Kirim Ulasan FilmIngin Ulasanmu Terbit di Sini?

Ulasan Film Up (2009): Bukan Sekadar Rumah yang Bisa Terbang

review film up (2009)
Kover Film Up (2009)

That might sound boring, but I think the boring stuff is the stuff I remember the most.

Up (2009)
  • Kisah utama: Seorang kakek yang kesepian melakukan perjalanan panjang dengan menerbangkan rumah
  • Rating Sinemaniak: 4.0/5.0 (Film yang direkomendasikan)

Sinopsis Film Up

Fredricksen (Edward Asner)  menjalani masa kecil dengan segala kepolosannya. Lalu menemukan seorang teman perempuan yang memiliki imajinasi sama: ingin menjadi petualang. Mereka tumbuh bersama dan akhirnya menikah. Semua berjalan normal layaknya suami istri. Hanya satu yang tidak normal: dia tidak memiliki seorang anak pun hingga istrinya, Ellie, meninggal.

Akhirnya, karena suatu hal, Fredrickson berencana hijrah ke Paradise Falls (terjemahan bebas: air terjun surga), tempat yang diimpikan oleh Ellie semasa hidup. Konon disebutkan tempatnya di Amerika Selatan. Menurut pengulas, tempat ini adalah isi “bucket list” Frerickson.  Ya, daripada hidup di alamatnya yang sudah dikepung oleh bangunan-bangunan modern yang sangat sibuk, atau hidup di panti jompo, lebih baik mengangkat kaki rumah dari alamat kediamannya. Sebagaimana terpampang di promosi film ini, dia hijrah dengan mengangkat rumahnya dengan balon-balon gas yang jumlahnya sangat banyak.

Kebetulan, seorang anak kecil nan lugu, (anggap saja sebagai anak pramuka) yang sedang mencari pin “membantu orang tua” ikut terbang bersamanya tanpa sengaja. Perjalanan yang seru makin seru dan menarik karena munculnya  Russel, nama anak itu. Lagi pula, anak kecil mana yang tidak memperindah kisah? Kebetulan, dalam film ini, anak kecil itu sukses besar dalam hal menguras emosi (sebagian tawa dan yang lain haru).

 

Judul: Up

Sutradara: Pete Docter, Bob Peterson (co-director)

Tahun: 2009

Tanggal Rilis: 29 Mei 2009 (USA)

Genre: Animasi | Komedi | Keluarga | Fantasi

Negara: USA

Bintang: Edward Asner, Jordan Nagai, John Ratzenberger

Bahasa: Inggris

Durasi: 89 menit

Tagline: Fly Up to Venezuela

Penulis: Pete Docter, Bob Peterson, Tom McCarthy, Bob Peterson, Pete Docter

 

Info Lengkap Lainnya

Distributor:

  • Walt Disney Studios Motion Pictures (2009) (USA) (theatrical)
  • Audio Visual Enterprises (2009) (Greece) (theatrical)
  • Columbia Pictures (2009) (Philippines) (theatrical)

Rumah Produksi:

  • Pixar Animation Studios (as A Pixar Animation Studios Film)
  • Walt Disney Pictures (presents)

Komposer: Alan Silvestri

Rating: 8.3/10 (Imdb) 8.7/10 (Rottentomatoes)

Lokasi Syuting:

  • Pixar Animation Studios – 1200 Park Avenue, Emeryville, California, USA
  • Walt Disney Animation Studios – 2100 Riverside Drive, Burbank, California, USA

Pendapatan: $735.1 million

Bujet/Penghasilan Kotor: $175,000,000

Musik: Michael Giacchino

Sinematografi: Patrick Lin dan Jean-Claudie Kalache

Editing: Kevin Nolting

Soundtrak:

  • Habanera
    from “Carmen”
    Oleh Georges Bizet
  • The Spirit of Adventure
    Ditulis olehMichael Giacchino

Web resmi: Up Movie (Disney)

 

Kelihaian bercerita dalam kisah ini sungguh mencengangkan. Plot yang lurus membuat film ini sangat mudah dipahami, bahkan oleh penonton dengan umur yang masih sedikit. Juga, tidak ada simbol-simbol yang memusingkan. Meskipun ada, itu adalah hasil perenungan, bukan sengaja diciptakan untuk memancing versi. Ini jika dibandingkan film anak yang serupa, misalnya Le Petit Prince alias The Little Prince, yang sepertinya kontennya sangat berat.

Plot yang sangat cepat di awal (menceritakan masa kecil sampai tua bangka sang Frederick. Kisah mayoritas hidup Frederict disingkat sesingkat-singkatnya namun tercerita dengan rinci pada garis besar lini masa fase kehidupannya. Namun, dalam petualangan di hari tuanya, temponya dilambatkan namun padat, rinci dan memang adalah cerita utama dalam kisah ini.

Secara kisah, film ini bisa dikatakan sangat unik dan bukan kisah yang klise. Sang penulis cerita sangat hebat dalam hal imajinasi. Sungguh sebuah kisah yang sulit untuk diabaikan.

Trailer Film Up

Kamu tidak berniat menonton karena tidak logis? Masak bisa balon mengangkat rumah? Jangan dulu berpikir seperti itu. Balon yang diterbangkan tidaklah sesedikit itu hingga tidak mampu mengangkat rumah. Percaya saja, balon yang diterbangkan sangat banyak berisi gas-gas ringan yang memiliki daya angkat besar, juga rumah yang kecil yang sebagian besar berbahan kayu. Namun, jika pembaca menganggap ini masih tidak logis, tentu saja bisa dimaklumi.

Banyak orang yang mengatakan bahwa ketika seorang manusia sudah berumur tua, dia akan kembali seperti anak-anak kembali. Bukankah (fakta itu ilmiah? Pengulas belum benar-benar yakin) itu bisa dihubungkan dengan film ini? Seolah-olah, perjalanan dua manusia “beda umur” ini memiliki kedewasaan yang sama. Laiknya sahabat yang melakukan misi bersama. Yang satu memiliki misi untuk bertempat tinggal di Paradise Fall, yang satu ingin mendapatkan lencana pramuka.

Soundtrack yang hidup, juga efek suara yang matang tidak perlu dipertanyakan lagi. Tata suara juga sungguh sangat bisa jika dinikmati dengan audio yang layak. Hal itu dikawinkan dengan dialog yang sangat hidup dan bersemangat. Narasi yang sangat baik itu akhirnya bisa menggugah atensi anak-anak (juga dewasa) yang menonton film ini.

Naskah dialog yang powerfull mampu membawa kita dalam suasana percakapan animasi yang hidup. Meski harus dicatat bahwa anjing yang bisa bicara hampir sama sekali tidak membantu cerita, justru merusak silogisme yang sudah dibangun dengan realita. Mungkin teknologi bisa diciptakan, tapi rasanya tidak cocok ditaruh di film ini. Suatu kekeliruan yang cukup mengganggu. Mungkin saja bisa dianggap sebagai pembantu untuk mengencangkan alur cerita, atau buat lucu-lucuan. Namun, pengulas harus mengulangi, bahwa itu mengganggu.

  • Edward Asner                 …            Carl Fredricksen (voice)
  • Christopher Plummer …            Charles Muntz (voice)
  • Jordan Nagai …            Russell (voice)
  • Bob Peterson …            Dug / Alpha (voice)
  • Delroy Lindo …            Beta (voice)
  • Jerome Ranft …            Gamma (voice)
  • John Ratzenberger …            Construction Foreman Tom (voice)
  • David Kaye …            Newsreel Announcer (voice)
  • Elie Docter …            Young Ellie (voice)
  • Jeremy Leary …            Young Carl (voice)
  • Mickie McGowan …            Police Officer Edith (voice)
  • Danny Mann …            Construction Worker Steve (voice)
  • Donald Fullilove …            Nurse George (voice)
  • Jess Harnell …            Nurse AJ (voice)
  • Josh Cooley …            Omega (voice)
  • Pete Docter                 …            Campmaster Strauch (voice)

 

Tali yang dipegang seorang kakek sedangkan bebannya sangat berat. Ini tidak konsisten karena untuk berjalan saja sudah susah, itu digambarkan pada awal film. Lalu, personifikasi yang aneh anjing-anjing juga sangat mengganggu. Selain anjing-anjing yang bisa bicara, pada akhir kisah ada adegan puluhan anjing yang mengisi bangku penonton. Apa perlunya hal seperti itu? tidak logis juga tidak lucu. Lalu, pertanyaan yang mendasar pada saat rumah akan segera diterbangkan, bagaimana sang tua menyimpan balon sebelum diterbangkan? Balonnya sangat banyak dan jika dia menyimpan tentu memerlukan ruangan yang sangat besar (melebihi rumahnya) juga sebuah pegangan yang sangat kuat. Lalu, yang paling kacau dari segi matematika: Umur sang petualang yang tidak jauh beda, padahal pada saat fredrickson masih anak-anak, sang petualang sudah berpetualang. Kenapa kejanggalan fatal seperti itu bisa lolos dalam sebuah film yang sangat bagus ini?

Ada bebeberapa hal yang tidak logis dalam kisah, namun mungkin silogisme bukanlah hal yang paling utama dalam sebuah film animasi. Yang terpenting, kisah yang dibangun secara keseluruhan bisa terjalin dengan logis dan bisa memberi pengalaman baru bagi penonton. Bukan hanya sekadar tontonan logis yang klise.

Award yang diraih:

Won
Oscar
Best Achievement in Music Written for Motion Pictures, Original Score
Michael Giacchino
Best Animated Feature Film of the Year
Pete Docter
Nominated
Oscar
Best Motion Picture of the Year
Jonas Rivera
Best Writing, Original Screenplay
Bob Peterson (screenplay/story)
Pete Docter (screenplay/story)
Tom McCarthy (story)
Best Achievement in Sound Editing
Michael Silvers
Tom Myers

 

Golden Globes, USA 2010

Won
Golden Globe
Best Original Score – Motion Picture
Michael Giacchino
Best Animated Feature Film

BAFTA Awards 2010

Won
Anthony Asquith Award for Film Music
Michael Giacchino
Won
BAFTA Film Award
Best Animated Film
Pete Docter
Nominated
BAFTA Film Award
Best Screenplay – Original
Bob Peterson
Pete Docter
Best Sound
Tom Myers
Michael Silvers
Michael Semanick

 

AARP Movies for Grownups Awards 2010

Nominated
Movies for Grownups Award
Best Movie for Grownups

Academy of Science Fiction, Fantasy & Horror Films, USA 2010

Nominated
Saturn Award
Best Music
Michael Giacchino
Best Animated Film

AFI Awards, USA 2010

Won
AFI Award
Movie of the Year

UP is a magical tale of life’s journey. Writer/directors Pete Docter, Bob Peterson and their team … More

Paling tidak, film ini memberi contoh bahwa “tujuan hidup” sebenarnya bukanlah memenuhi cita-cita, namun bisa jadi “perjalanan meraih cita-cita” itu sendiri lah yang menjadi tujuan. Tercapai atau tidak sebuah cita-cita, bukan lah suatu masalah. Bahkan, jika menemukan suatu yang lebih mulia di perjalanan, cita-cita bisa saja ditunda demi suatu hal yang manusiawi. Mungkin ini bisa diajarkan pada anak-anak supaya tidak terlalu ambisius pada “hasil”, namun proses mencapainya yang lebih penting. Namun, bukan berarti kita tidak boleh untuk gila dalam mengejar cita-cita.

Film Up sanggup membuyarkan pesimisme awal penonton akan ketidakmungkinan pada logika. Nyatanya, film ini mampu menunjukan diri sebagai film animasi yang diharapkan mampu membuat sentuhan pada hati penonton. Film ini layak direkomendasikan sebagai film keluarga. Penilaian Sinemaniak: 4/5.