Kirim Ulasan FilmIngin Ulasanmu Terbit di Sini?

Ulasan Film “Interstellar” (2014): Usaha untuk Menyelamatkan Generasi Manusia

Review Film Interstellar (2014)
Kover Film Interstellar (2014)
  • Kisah Utama: Pencarian planet lain yang bisa dihuni umat manusia namun peneliti justru terjebak dalam lubang waktu
  • Rating Sinemaniak: 4/5 (Film yang Direkomendasikan)

Ide untuk menempati planet lain selain manusia telah ada sejak lama. Kita lihat saja dalam dunia nyata, manusia sudah berencana menghuni Mars, dan yang sedang hangat kini, proyek Asgargia, ratusan ribu orang telah mendaftar untuk tinggal di negara antariksa itu. Bahkan, legalitas sebagai negara yang berdaulat pun diajukan secara serius melalui PBB.

Apa hubungannya dengan film ini? Ya, kasusnya mirip. Dunia yang hancur membuat manusia ingin melakukan migrasi total kepada “rumah baru”. Rumah baru yang dimaksud adalah planet lain yang berada jauh sekali dari Bumi. Lalu, bagaimana kisahnya sehingga bisa menjadi sangat menarik?

Informasi Film Interstellar (2015)

Judul: Insterstellar

Tahun: 2014

Tanggal Rilis: 26 Oktober 2014

Genre: Petualangan| Drama | Fiksi Sains

Negara: Amerika Serikat dan Britania Raya

Bahasa: English

Durasi: 169 menit

Tagline: Mankind was born on Earth. It was never meant to die here.

Sutradara: Christopher Nolan

Produser: Emma Thomas, Christopher Nolan, Lynda Obst

Penulis: Jonathan Nolan, Christopher Nolan

Bintang: Matthew McConaughey, Anne Hathaway, dan Jessica Chastain

Semua Pemeran

Pemeran (semua):

  • Matthew McConaughey sebagai Cooper, astronot & orang tua tunggal
  • Anne Hathaway sebagai Amelia Brand
  • David Gyasi sebagai Romilly
  • Wes Bentley sebagai Doyle
  • Bill Irwin sebagai pengisi suara TARS
  • Josh Stewart sebagai pengisi suara CASE
  • Jessica Chastain sebagai Murphy, putri Cooper, dipanggil “Murph”
  • Mackenzie Foy sebagai Murph muda
  • Ellen Burstyn sebagai Murph tua
  • Michael Caine sebagai Profesor Brand
  • Casey Affleck sebagai Tom
  • Timothée Chalamet sebagai Tom muda
  • John Lithgow sebagai Donald
  • Topher Grace sebagai Getty
  • David Oyelowo sebagai kepala sekolah
  • Matt Damon sebagai Dr. Mann
  • William Devane sebagai pejabat NASA

Informasi Lainnya

Distributor:

  • 20th Century Fox (2014) (Sweden) (theatrical) (through)
  • Alexandra Films (2014) (Bulgaria) (theatrical)
  • Cocinsa (2014) (Nicaragua) (theatrical)
  • Galaxy Studio (2014) (Vietnam) (theatrical)
  • InterCom (2014) (Hungary) (theatrical)

Rumah Produksi:

  • Paramount Pictures (presents)
  • Warner Bros. (presents) (as Warner Bros. Pictures)

Legendary Entertainment (in association with)

Rating: 8.6/10 (IMDb)  7/10 (Rottentomatoes)

Lokasi Syuting:

  • Iceland
  • Calgary, Alberta, Canada
  • Canmore, Alberta, Canada (Ha Ling)
  • Lethbridge, Alberta, Canada
  • Okotoks, Alberta, Canada
  • Nanton, Alberta, Canada
  • Westin Bonaventure Hotel & Suites – 404 S. Figueroa Street, Downtown, Los Angeles, California, USA
  • Fort Macleod, Alberta, Canada (exterior scenes)
  • Sony Pictures Studios – 10202 W. Washington Blvd., Culver City, California, USA (studio)
  • Altadena, California, USA
  • Torrance, California, USA
  • Warner Brothers Burbank Studios – 4000 Warner Boulevard, Burbank, California, USA (studio)
  • Downtown, Los Angeles, California, USA
  • Los Angeles Convention Center – 1201 S. Figueroa Street, Downtown, Los Angeles, California, USA
  • Los Angeles, California, USA
  • 1525 Industrial St, Los Angeles, California, USA

Kutipan keren:

Love is the one thing we’re capable of perceiving that transcends dimensions of time and space.

I’m not afraid of death. I’m an old physicist – I’m afraid of time.

Pendapatan:  $158,737,441

Bujet/Penghasilan Kotor: $165,000,000

Kostum: Mary Zophres

Makeup:

  • Luisa Abel                 …            makeup department head
  • Andy Clement                 …            prosthetic body creator: unconfirmed
  • Patricia DeHaney …            hair department head (as Patricia Dehaney-Le May)
  • Tammy Fox                 …            makeup artist
  • John Isaacs                 …            key hair stylist: Alberta
  • Deborah Kliewer …            hair stylist: Alberta
  • Pearl Louie                 …            makeup artist: Alberta
  • Leonard MacDonald …            prosthetic body lifecasting: unconfirmed
  • Brian Penikas                 …            prosthetic body lifecasting: unconfirmed
  • Jay Wejebe                 …            key makeup artist
  • Kentaro Yano                 …            makeup artist / prosthetics
  • Jose Zamora                 …            key hair stylist (as Jose L. Zamora)
  • Georgia Allen                 …            makeup day player
  • Carol F. Doran                 …            facial hair maker
  • Darryl Filion …            assistant hair stylist

Setting: Gary Fettis dan Helen Kozora

Musik: Hans Zimmer

Sinematografi: Hoyte van Hoytema

Editing: Lee Smith

Web resmi: http://www.interstellarmovie.net/

Soundtrack Film

Soundtrak:

  • Do Not Go Gentle Into that Good Night

Ditulis oleh Dylan Thomas

  • No Time For Caution

Ditulis oleh Hans Zimmer

  • Mountains

Ditulis oleh Hans Zimmer

  • T.A.Y

Ditulis oleh Hans Zimmer

  • First Step

Ditulis oleh Hans Zimmer

  • Dreaming Of The Crash

Ditulis oleh Hans Zimmer

  • Cornfield Chase

Ditulis oleh Hans Zimmer

  • Dust

Ditulis oleh Hans Zimmer

  • Day One

Ditulis oleh Hans Zimmer

  • The Wormhole

Ditulis oleh Hans Zimmer

  • Afraid Of Time

Ditulis oleh Hans Zimmer

  • A Place Among the Stars

Ditulis oleh Hans Zimmer

  • I’m Going Home

Ditulis oleh Hans Zimmer

  • Message from Home

Ditulis oleh Hans Zimmer

  • Coward

Ditulis oleh Hans Zimmer

  • Detach

Ditulis oleh Hans Zimmer

Sinopsis Film Interstellar

Insting untuk mempertahankan keturunan membuat NASA secara rahasia mengirim sekelompok orang ke banyak planet yang mungkin bisa dihuni. Tujuannya, untuk segera mendapat hunian baru sebelum bumi benar-benar tidak lagi bisa dihuni. Rencana A-nya adalah sesegera mungkin memindahkan seluruh manusia yang tersisa di bumi untuk pindah. Namun, di tengah pesimisme, ada rencana B yang berpikir bahwa usaha mencapai planet lain itu hanya dikhususkan untuk mempertahankan adanya manusia yang mencari hunian baru, ditambah membawa beberapa embrio manusia untuk dikembangkan di sana.

Hal ini menjadi konflik yang serius karena tidak semua awak pesawat ulang alik mengerti bahwa rencana yang paling masuk akal adalah rencana B. Harapan mereka membawa keluarga ke “rumah baru” sangat kecil harapannya. Beberapa dari mereka menganggap bahwa itu adalah tindakan egois, karena meninggalkan peradaban sama sekali. Mereka meninggalkan keluarga di bumi hanya untuk menyelamatkan diri mereka sendiri.

Namun, memang demikian hal yang bisa diharapkan. Karena ketika mencapai planet itu, dimensi waktu berubah karena gravitasi lubang hitam. Misalkan di planet pertama, hanya beberapa jam mereka mendarat, waktu di luar planet bertambah lebih dari dua puluh tahun. Padahal, banyak planet yang harus diuji. Peneliti sadar bahwa ketika para astronot meneliti tiap-tiap planet, maka kehidupan di bumi akan terus berjalan dan mereka harus menunggu puluhan tahun, atau bisa ratusan tahun untuk mendapat kepastian akan “rumah baru”. Itu pun jika berhasil. Mereka hampir sepenuhnya pesimis.

The Interstellar bisa dianggap sebagai sebuah film fiksi sains yang sukses menceritakan alternatif masa depan secara logis. Perhitungan dan riset yang tekun dalam pembuatan film ini sekiranya membuat film ini layak dijadikan sebagai tontonan bagi mereka pecinta film fiksi sains. Apalagi, menurut pengulas, film ini cukup kritis akan keadaan kehidupan di bumi. Banyak sekali yang bisa dijadikan pembelajaran.

Trailer Film Interstellar

Film ini banyak bercerita tentang alam, sains, kemanusiaan, cinta, dan yang menonjol justru tentang kasih keluarga. Perkembangan zaman yang sangat pesat sebelumnya membuat kerusakan yang parah sehingga tak ada lagi tanaman pangan yang bisa dibudidaya. Waktu itu hanyalah jagung yang masih bisa bertahan, namun diyakini tidak dalam waktu yang lama. Bencana alam menjadi hal yang lumrah. Tidak ada yang serius menjalani kegiatan kehidupan, selain untuk mencari makanan.

Penghargaan untuk Film Interstellar

Award yang diraih:

Won
Oscar
Best Achievement in Visual Effects
Paul J. Franklin
Andrew Lockley
Ian Hunter
Scott R. Fisher
Nominated
Oscar
Best Achievement in Music Written for Motion Pictures, Original Score
Hans Zimmer
Best Achievement in Sound Mixing
Gary Rizzo
Gregg Landaker
Mark Weingarten
Best Achievement in Sound Editing
Richard King
Best Achievement in Production Design
Nathan Crowley (production design)
Gary Fettis (set decoration)

Golden Globes, USA 2015

Nominated
Golden Globe
Best Original Score – Motion Picture
Hans Zimmer

 

BAFTA Awards 2015

Won
BAFTA Film Award
Best Special Visual Effects
Paul J. Franklin
Scott R. Fisher
Andrew Lockley
Ian Hunter
Nominated
BAFTA Film Award
Best Cinematography
Hoyte Van Hoytema
Best Original Music
Hans Zimmer
Best Production Design
Nathan Crowley
Gary Fettis

 

Academy of Science Fiction, Fantasy & Horror Films, USA 2015

Won
Saturn Award
Best Science Fiction Film
Best Production Design
Nathan Crowley
Best Special Effects
Paul J. Franklin
Andrew Lockley
Ian Hunter
Scott R. Fisher
Best Performance by a Younger Actor
Mackenzie Foy
Best Writing
Christopher Nolan
Jonathan Nolan
Best Music
Hans Zimmer
Nominated
Saturn Award
Best Supporting Actress
Jessica Chastain
Best Actress
Anne Hathaway
Best Actor
Matthew McConaughey
Best Director
Christopher Nolan
Best Editing
Lee Smith

AFI Awards, USA 2015

Won
AFI Award
Movie of the Year

INTERSTELLAR is proof on earth that artists provide our strongest voice to rage against the dying … More

Alliance of Women Film Journalists 2015

Nominated
EDA Award
Best Cinematography
Hoyte Van Hoytema

Amanda Awards, Norway 2015

Nominated
Amanda
Best Foreign Feature Film (Årets utenlandske spillefilm)
Christopher Nolan (director)

Apakah film ini berusaha mengingatkan penonton untuk menjaga bumi agar tidak segera rusak? Bisa jadi. Lihatlah, kini pertanian tak lagi mempertimbangkan kelanjutan produksi. Yang dipikirkan hanyalah yang ada sekarang. Masa depan dianggap bukan tanggung jawab “orang sekarang”. Kritik akan peperangan juga cukup menonjol ketika banyaknya ungkapan bahwa militer adalah sebuah pemborosan. Di masa krisis bumi, orang tak sudi lagi membayar pajak jika pemerintahnya masih membiayai militer. Yang dipikirkan hanyalah soal bertahan hidup: makanan.

Film ini sangat baik dalam mengemas cerita. Namun, ada satu hal yang mengganjal. Dalam percakapan ilmiah untuk menentukan kelanjutan seluruh ras manusia, ada beberapa pembicaraan yang sama sekali tidak ilmiah. Salah satunya adalah ketika seorang astronot wanita memilih Planet Edmunds, namun dengan pertimbangan yang sangat egois: cinta. Bukan tidak percaya pada cinta, harusnya konflik ini jangan diaduk dengan sains yang pada waktu itu sangat butuh presisi pada data. Kecuali misal jika ada pemberontak kemudian memisahkan diri karena alasan yang sama, hal itu justru terasa lebih manusiawi.

Setelah mempertimbangkan, pengulas berkesimpulan film ini bukanlah film yang layak untuk diabaikan dalam piringan DVD. Sebaiknya kamu menonton film ini bersama kawan atau keluarga. Meski ada beberapa kekurangan (lebih banyak karena dialog) aku rasa film ini masih sanggup jika dimasukkan dalam kategori film yang “direkomendasikan”). Sinemaniak memberikan nilai 4/5.