Kirim Ulasan FilmIngin Ulasanmu Terbit di Sini?

Ulasan Film Hotel Transylvania (2012): Ketika Hantu Takut pada Kekejaman Manusia

“Bahkan montser pun butuh liburan,”

– Film Hotel Transylvania 

  • Kisah Utama Hotel Transyilvania: Seorang drakula duda yang posesif pada anaknya, yang menghindar dari dunia manusia dengan mendirikan sebuah kastil
  • Rating Sinemaniak: 3,75/5  (film yang direkomendasikan)

Kover Film Hotel Transylvania (2012) ulasan sinemaniakKover Film Hotel Transylvania (2012).

Sinopsis Film Hotel Transylvania

Film Hotel Transylvania bercerita tentang seorang (atau sesosok) drakula duda yang memiliki seorang anak perempuan. Sebelum istrinya mati, drakula yang juga bermana Dracula (Adam Sandler) ini berjanji akan melindungi anaknya Mavis (Selena Gomez) sebisa mungkin. Dan, karena istrinya mati karena konflik dengan manusia, sang si drakula duda ini sangat protektif terhadap anaknya. Dia menciptakan sebuah kastil berbenteng berlapis-lapis yang seram agar tak ada manusia yang bisa masuk. “Bebas manusia sejak 1898,” begitu promosi pemasaran hotel ini.

Kemudian, karena hanya monster (hantu) yang bisa masuk, kastil yang dipakai untuk hotel ini mulai ramai dikunjungi oleh segala jenis hantu. Tentu hantu-hantu datang karena suatu jaminan: tidak ada manusia yang akan bisa mencapai tempat itu. Mereka semua takut manusia

Banyak orang tua kita yang berkata bahwa sebenarnya hantu (atau) setan ternyata juga takut jika bertemu dengan manusia. Meski begitu, kita tak mampu membuktikan hal tersebut dengan mudah. Mungkin alternatif jawabannya bisa didapat dengan film keluarga ini. Boro-boro memberi rasa takut akan hantu, hantu-hantu dalam film ini justru membuat kita tertawa, atau minimal tersenyum-senyum akan lucunya.

 

Informasi Umum Film

Judul: Hotel Transylvania (2012)

Sutradara: Genndy Tartakovsky

Tanggal Rilis: 28 September 2012 (USA) Indonesia  23 November 2012

Bintang: Adam Sandler, Kevin James, Andy Samberg

Genre: Animasi | Komedi | Keluarga | Fantasi

Negara: Amerika Serikat

Bahasa: Inggris

Durasi: 91 menit

Rating : 7.1/10 (IMDb) 5.3/10 (Rotten Tomatoes)

Rating sinemaniak: 3,75/5

Tagline: Where monsters go to get away from it all

Rumah Produksi: Columbia Pictures (presents) dan Sony Pictures Animation (as A Sony Pictures Animation Film)

Informasi lainnya (expand)

Komposer: Alan Silvestri

Distributor:

  • Andes Films (2012) (Peru) (theatrical)
  • B&H Film Distribution (2012) (Ukraine) (theatrical)
  • Columbia Pictures (2012) (Philippines) (theatrical)
  • Columbia Pictures (2012) (USA) (theatrical

 

pendapatan: Hotel Transylvania earned $148,313,048 in North America, and $210,062,555 in other countries, for a worldwide total of $358,375,603. For the film’s marketing, Sony spent $52.1 million in the United States, and $31 million in other countries.[40]

bujet/penghasilan kotor: Secara resmi dilaporkan $85 juta, Deadline.com menyebut bahwa film ini berongkos $104 juta.

Musik: Mark Mothersbaugh

Editing: Catherine Apple

Web resmi: https://www.facebook.com/HotelT

Soundtrack:

  • “Where Did the Time Go Girl (Party Version)” Written by Robert Smigel, Adam Sandler, and Dennis White. Produced by Static Revenger.
  • “Daddy’s Girl” Written by Adam Sandler and Robert Smigel. Performed by Adam Sandler.
  • “Call Me Mavy” Performed by Traci L.[32]
  • “Problem (The Monster Remix)” Written by Henry Walter, Lukasz Gottwald, Becky Gomez (as Rebbeca Marie Gomez) & Will.i.am (as William Adams). Performed by Becky Gomez (as Becky G) featuring Will.i.am.
  • “Overprotected” Written by Max Martin. Performed by Britney Spears.
  • “Sexy and I Know It”, performed by LMFAO
  • “The Zing” Written by Adam Sandler, Robert Smigel, and Dennis White. Produced by Static Revenger. Performed by Adam Sandler, Andy Samberg, Cee Lo Green, Kevin James, and Selena Gomez.
  • “Helpless”, written and performed by Peter Tvrznik
  • “Sweet 118”, written by Andy Samberg, Stuart Hart and Trevor Simpson. Performed by Andy Samberg.
  • “Hush Little Baby”, performed by Adam Sandler.
  • “Monster Mash”, performed by Bobby Pickett.

Sumber: IMDb dan Wikipedia

 

Konflik Cerita Film Hotel Transylvania

Konflik dimulai ketika anak Dracula, Mavis, berusia 118 tahun. Ayahnya sudah kadung janji untuk membolehkannya keluar dari hotel.  Dan akhirnya Mavis diijinkan keluar untuk mengetahui dunia luar. Namun, ternyata itu hanyalah trik. Diciptakanlah sebuah desa dekat dengan hotel dan anak buahnya disuruh untuk menggambarkan kejahatan manusia. Triknya berhasil dan senanglah Dracula karena anaknya tak lagi berniat keluar dari hotel.

Namun, tak lama kemudian muncul lah seorang manusia bernama Jonathan (Andy Samberg), seorang manusia aneh yang tersesat. Jonathan mengira bahwa kastil milik Dracula adalah bohong-bohongan terkait hantu. Namun, ketika dia baru sadar bahwa semuanya adalah hantu betulan, justru terjadi “Zing” atau saling jatuh cinta antara Jonathan dan Mavis. Berkat kasih sayangnya yang sangat besar pada anaknya, Dracula mengijinkan Jonathan tinggal. Lalu, keributan terjadi ketika ada hantu yang tahu bahwa Hotel Transylvania dihuni sesosok manusia. Jonathan diburu oleh sesosok hantu untuk dimasak. Bagaimana keseruan Jonathan untuk bertahan di Hotel Transylvania? Kisah percintaan aneh dua makhluk beda alam itu tentu menjadi cerita yang unik dan seru.

Kutipan keren: I always thought the worst thing ever would be seeing you go, but the worst is seeing you unhappy.

Dracula

Keseruan dan kelucuan film animasi keren ini tak lepas atas dukungan karakter-karakter unik para hantu di hotel.  Jenis-jenis hantu yang lucu dan aneh. Siluman serigala yang beranak banyak. Frankeinstein yang tinggi besar dan bisa memutus bagian-bagian tubuhnya, namun sangat paranoia dengan api. Invisible Man yang jelas tak bisa dilihat, juga Murray sang mumi yang konyol.

Bintang Utama

  • Adam Sandler sebagai Dracula (voice)
  • Andy Samberg sebagai Jonathan (voice)
  • Selena Gomez sebagai Mavis (voice)
  • Kevin James sebagai Frankenstein (voice)

Pengisi Suara Lainnya

  • Fran Drescher sebagai Eunice (voice)
  • Steve Buscemi sebagai Wayne (voice)
  • Molly Shannon sebagai Wanda (voice)
  • David Spade sebagai Griffin (voice)
  • CeeLo Green sebagai Murray (voice)
  • Jon Lovitz sebagai Quasimodo (voice)
  • Brian George sebagai Suit of Armor (voice)
  • Luenell sebagai Shrunken Heads (voice)
  • Brian Stack sebagai Pilot (voice)
  • Chris Parnell sebagai Fly (voice)
  • Jackie Sandler sebagai Martha (voice)
  • Sadie Sandler sebagai Winnie / Young Mavis (voice)
  • Robert Smigel sebagai Fake Dracula / Marty (voice)
  • Rob Riggle sebagai Skeleton Husband (voice)
  • Paul Brittain sebagai Zombie / Hydra (voice)
  • Jonny Solomon sebagai Gremlin Man / Hydra (voice)
  • Jim Wise sebagai Shrunken Head / Hydra (voice)
  • Dan lain-lain

Sebenarnya, Miley Cyrus lah pada November 2011 sudah didaulat untuk mengisi suara Mavis. Namun, karena suatu hal, pada Februari 2012, Selena Gomez menggantikan kandidat itu.

Logika Cerita

Ketika melihat sebuah film komedi, logika cerita jauh lebih penting daripada logika adegan. Tentu kita tak bisa melihat film komedi yang logis secara dangkal. Jika semuanya logis, bisa jadi kita justru tidak bisa menemukan candaan atau humor di sana, apalagi komedinya. Penonton diharap maklum akan detail-detail aneh dalam cerita dan itu memang suatu keharusan.

Namun, seabsurd apapun suatu cerita, harus ada unsur kelogisan yang dibangun. Jika tidak bisa membangun suatu hal yang tidak logis menjadi hal yang bisa diterima nalar, maka akan terjadi kecacatan. Paling tidak, pengulas menemukan hal itu dalam film. Salah dalam hal detail terjadi ketika adegan Jonathan mengajak Mavis melihat matahari terbit. Perlu diingat bahwa drakula tidak bisa terkena sinar matahari langsung, karena kulit mereka akan terbakar secara seketika. Di mana letak kelirunya? Jelas terlihat bayangan matahari terbit di mata si drakula perempuan itu. Melihat matahari tanpa terkena sinarnya? Logika yang sangat rusak. Silakan pembaca bayangkan.

Trailer Film Hotel Transylvania 1

Lalu, dalam hal dialog, terlalu sering muncul guyonan yang sama juga bisa jadi membuat sebuah film membosankan. Contoh nyatanya adalah ketika si pembuat film lagi-lagi mengeluarkan candaan “everything is veri-very normal” melalui tokoh Dracula. Ada paling tidak candaan itu keluar dalam kondisi yang mirip. Jika tidak merusak cerita utama, tentu saja hal tersebut tak masalah, justru bisa jadi bumbu kelucuan. Yang mejadi masalah adalah ketika candaan yang berulang namun berhubungan dengan emosi cerita. Candaan semacam itu, dalam suasana serius, lalu diabaikan unsur keseriusannya, akan menjadikan sebuah cerita hangus terbakar tawa. Sebercanda apapun sebuah film, logika cerita tak boleh diabaikan.

Simpulan Ulasan Film Hotel Transylvania

Sebelum sampai ke penilaian, mari kita lihat dulu apa pencapaian film ini dalam penghargaan.

Penghargaan Kategori Penerima atau Nominator Perolehan
Annie Awards Best Animated Feature Nominated
Character Design in an Animated Feature Production Carlos Grangel
Carter Goodrich
Directing in an Animated Feature Production Genndy Tartakovsky
Music in an Animated Feature Production Mark Mothersbaugh
Production Design in an Animated Feature Production Marcello Vignali
Voice Acting in an Animated Feature Production Adam Sandler
Editorial in an Animated Feature Production Catherine Apple
Golden Globe Awards Best Animated Feature Film Genndy Tartakovsky
Visual Effects Society Outstanding Animation in an Animated Feature Motion Picture Lydia Bottegoni, James Crossley, Mike Ford, Daniel Kramer
Outstanding Animated Character in an Animated Feature Motion Picture Bill Haller, Tim Pixton, Jorge Vigara (for Dracula)
Kid’s Choice Awards Favorite Voice from an Animated Movie Adam Sandler (as Dracula) Won

Jika dilihat secara keseluruhan, sebagai film animasi ini sungguh sangat baik. Selain itu, sebagai film komedi, juga bisa dibilang baik. Apalagi, film ini mampu mengubah pola pikir penonton akan dunia hantu. Hal itu perlu diacungi jempol. Dekonstruksi yang sangat berhasil. Anak kecil pun tak takut jika menonton hantu-hantu di film ini. Bayangkan, jika setan-setan lokal di Indonesia bisa difilmkan secara baik seperti Hotel Transylvania, mungkin akan baik untuk generasi depan. Akhir kata, Hotel Transylvania layak dianggap sebagai film yang “direkomendasikan”.